Mengenal 3 Jenis Koil Pada Detektor Khusus Emas

Koil dalam bahasa Inggris juga dikenal dengan istilah coil. Komponen pada detektor khusus emas ini berada di bawah tuas atau shaft detektor. Bentuknya bermacam-macam sesuai tipenya, biasanya yaitu seperti piring, bulat, dan kupu-kupu. Koil termasuk komponen yang sangat penting pada detektor emas. Pasalnya komponen satu ini berfungsi mengirim dan menerima sinyal logam emas dari dalam tanah. Apabila koil tidak berfungsi dengan baik, maka Anda tidak bisa mendeteksi keberadaan emas.

Setidaknya ada tiga jenis koil yang paling populer digunakan oleh pemburu emas. Daripada penasaran, langsung saja berikut ini adalah jenis-jenisnya:

Double D Coils

Jenis koil pertama yang banyak digunakan adalah double d coils atau dd coils. Dinamakan double d coils karena memiliki dua bagian yaitu kanan dan kiri. Bentuknya seperti kupu-kupu yang memiliki dua sayap. Bagian satu untuk mengirimkan sinyal, sedangkan bagian lainnya untuk mengirim sinyal. 

Koil jenis ini memiliki banyak kelebihan seperti cocok untuk pemula, sinyal lebih stabil, bisa membedakan besi dan non-besi, lebih cepat, dan tidak terganggu oleh interferensi. Namun kekurangannya yaitu kedalaman kurang meskipun ukurannya sama dengan monoloop coils.

Monoloop Coil

Jenis koil yang kedua adalah monoloop coil yang bentuknya bulat mirip dengan piring. Jenis koil satu ini sering digunakan oleh pemburu untuk mencari emas. Kelebihan monoloop coil yaitu kedalaman sangat baik, sensitivitas optimal, dan khusus untuk detektor pulse induction. 

Namun koil ini juga memiliki kekurangan seperti tidak dapat membedakan besi dan non-besi, mudah terganggu oleh interferensi, tidak bisa digunakan pada VLF detektor, serta pengguna pemula lebih cocok dengan dd coils.

Concentrics Coils

Jenis koil yang terakhir adalah concentrics coils yang bentuknya konsentrik. Beberapa keunggulannya yaitu sensitivitas optimal, praktis digunakan, bisa menjangkau area yang sulit. Sementara kekurangannya yaitu sensitif terhadap gangguan seperti sampah dan plastik, radius deteksi kecil, serta sinyal kurang stabil.

Ukuran Koil dan Pengaruhnya

Ukuran koil ternyata berpengaruh pada proses deteksi emas yang sedang Anda lakukan. Berikut ini adalah pengaruh ukuran terhadap cara deteksi:

  • Jika ukuran koil semakin besar, maka jangkauan deteksi di bawah tanah, batu, atau air akan semakin dalam.
  • Jika ukuran koil semakin besar, maka sensitivitasnya akan semakin berkurang.
  • Jika ukuran koil semakin besar, maka koil akan semakin sulit mendeteksi emas di areal yang sulit misalnya seperti permukaan tidak rata.

Tips Memilih Ukuran Koil

Lalu bagaimana cara memilih ukuran koil yang tepat? Berikut tipsnya:

Koil berukuran besar

Koil yang besar memiliki kedalaman yang bagus serta dapat memproses pendeteksian lebih cepat. Jadi area yang cocok untuk jenis koil ini adalah area dengan permukaan rata. Contohnya yaitu padang pasir, pantai, atau area rata lainnya. 

Koil berukuran kecil

Kedalaman koil berukuran kecil memang lebih sempit, namun sensitivitasnya lebih tinggi. Koil jenis ini mampu mendeteksi butiran emas ukuran kecil. Banyak pencari emas profesional yang lebih suka membeli koil tambahan ukuran kecil. Radius deteksi yang kecil membuat hasilnya lebih spesifik dan akurat.

Itulah pembahasan mengenai tiga jenis koil pada detektor khusus emas. Anda yang saat ini membutuhkan alat pendeteksi emas dengan teknologi kekinian bisa memilih produk dari Minelab. Sebagai perusahaan yang populer, tentu saja Anda tidak perlu ragu terhadap produk-produknya.

Banyak alat deteksi yang bisa dipilih seperti GOLD Monster 1000, GPX 6000, SDC 2300, dan GPZ 7000. Pastikan membeli di toko resmi untuk memastikan keasliannya. Anda juga bisa memastikan keasliannya di website Minelab yaitu www.minelab.co.id. Ada menu untuk verifikasi produk yang bisa membantu mengetahui apakah produk Anda asli atau palsu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Top Up Pulsa Cepat dan Mudah Secara Online

6 Model Kalung Emas Terbaru Yang Patut Dicoba

Tips Memilih Tempat Kursus Film Terbaik dan Kredibel